NAH INI DIA: Sering Pesan Moral di WA Ternyata Tidak Bermoral
SEHARI-HARI Maisaroh, 27, pakai jilbab. Dalam ber-WA-ria juga selalu membawakan pesan-pesan moral. Tapi beberapa hari lalu digerebek suami sedang kencan dengan lelaki muda di rumah kos-kosan. Madi, 40, selaku suami segera laporkan mereka ke polisi. Penampilan kok kontradiktif dengan kelakuan. Sekarang pakaian jilbab sudah mengindonesia. Tapi maaf kata, tak semua yang mengenakan jilbab karena kesadaran agama. Banyak juga yang sekedar mode. Gara-gara terpeleset sekedar mode, maka banyak yang kepala berjilbab tapi bawahnya pakai baju ketat sehingga kelihatan bentuk dan anatomi tubuhnya. Rupanya Maisaroh warga Makasar ini termasuk yang pakai jilbab hanya sekedar kamuflase belaka. Busana yang membalut tubuhnya, tak berbanding lurus dengan akhlak dan tabiatnya. Bayangkan, di luar selalu mengenakan jilbab, di rumah kos-kosan tubuhnya diablak untuk memuaskan lelaki yang bukan suaminya sendiri. Sebetulnya Maisaroh ini termasuk wanita mujur. Punya suami yang jadi pengusaha sukses, hampir semua keinginannya terkabulkan. Madi memang mampu memanjakan istrinya yang cantik itu. Dari mobil bagus, perhiasan mahal, HP-HP canggih, semua tersedia. Pendek kata, tugas Maisaroh hanya dua: mamah karo mlumah! Dengan HP smartpone-nya dia sering kirim pesan-pesan moral kepada a relasinya, misalnya mengutip hadis Nabi yang berbunyi: Janganlah kamu berbaring dan meletakkan kaki yang satu di atas yang satu lagi. (HR. Muslim) Dan masih banyak pesan-pesan moral yang berupa dalil-dalil bersumber Quran dan Hadits. Pokoknya, sudah seperti uztadzah saja. Tapi ya begitulah, pesan-pesan itu hanya untuk pihak luar, bukan untuk dirinya. Untuk diri sendiri, justru dia berbuat amoral! Bayangkan, belakangan dia ada main dengan pengacara muda, Riz, 32. Advokat yang bekerja di kantor firma hukum ini selalu dimanjakan. Minta uang dikasih, minta tiket ke Jakarta juga dibelikan. Maklum, sebagai advokat muda, penghasilan Riz baru bisa untuk beli alpukat campur es. Dari Riz, Maisaroh memang memperoleh kepuasan batiniah, yang tak bisa diperoleh dari suaminya. Madi memang terlalu sibuk urusan bisnis, sehingga istri yang cantik dan menggairahkan itu jarang disentuh. Akhirnya peluang ini dimanfaatkan oleh advokat muda yang punya ilmu “aji pengeretan”. Sebentar-sebentar minta uang, meski kalau menggoyang Maisaroh juga hanya sebentar. Belakangan Maisaroh minta ganti mobil baru, padahal itu juga sekedar untuk lebih nyaman berselingkuh ria bersama sang pengacara. Tapi sebelum mobil dibelikan, ada info bahwa Maisaroh punya PIL. Info ini diperkuat oleh informasi baru: Maisaroh sekarang ada di rumah gendakannya. Penggerebekan segera dilakukan, hasilnya memang benar Maisaroh sedang kelonan dengan sang pengacara. Hancur hati Madi, istri cantik sudah begitu dimanjakan, kok malah mengkhianati. Misalkan tak malu dengan suami, ya malulah dengan jilbab yang dikenakan. Kasus ini diteruskan ke Polres Makasar, karena Madi tak mau punya istri yang atas kerudung tapi bawahnya warung. Warung pelanggannya hanya dua kok nggak bangkrut, ya? (JPNN/Gunarso TS)
SEHARI-HARI Maisaroh, 27, pakai jilbab. Dalam ber-WA-ria juga selalu membawakan pesan-pesan moral. Tapi beberapa hari lalu digerebek suami sedang kencan dengan lelaki muda di rumah kos-kosan. Madi, 40, selaku suami segera laporkan mereka ke polisi. Penampilan kok kontradiktif dengan kelakuan. Sekarang pakaian jilbab sudah mengindonesia. Tapi maaf kata, tak semua yang mengenakan jilbab karena kesadaran agama.…
