NAH INI DIA: Istri Cantik dan Bahenol Bikin Pria Lain Jelalatan

BIAR istri secantik bintang sinetron sejuta episode, tapi tak bisalah suami memproteksi. Seperti Handoko, 36, dari Surabaya ini contohnya. Bini cantik usaha dagang nggak boleh, akhirnya ribut melulu. Ujung-ujungnya Sri Lestari, 28, pilih kabur dari rumah, dan kemudian menggugat cerai suaminya. Setiap lelaki cap apapun selalu menginkan berbini cantik. Sebab ibarat orang makan, nasi yang ditaruh di piring kembang pasti lebih menggugah selera ketimbang nasi yang ditaruh di atas cobek. Soal nasinya sih di manapun rasanya sama, yang rajalele, menthik maupun Cianjur Istana. Tapi jika ajang atau piringnya dihias, pastilah akan tanduk atau nambah terus! Handoko yang tinggal di Wiyung Surabaya, termasuk lelaki yang mujur. Meski gaji dan tampang pas-pasan, tapi bisa mempertunting Sri Lestari yang cantik, seksi plus bahenol alias sekel nan cemekel. Maka banyak kawan-kawannya yang heran. Jangan-jangan Handoko ini punya ilmu guna-guna sebangsa Semar Mesem atau Jaran Guyang. “Yang penting kalian harus santun, seiman dan okeh ngoceh,” kata Handoko saat membeberkan rahasianya. Tapi ternyata, istri cantik dan bahenol hanya mengasyikkan di kawasan tilam rum (kamar). Dalam pergaulan sehari-hari pada ranah publik, Handoko justru sering makan hati. Setiap dia jalan bareng dengan Sri Lestari, banyak mata lelaki yang jadi jelalatan karenanya. Ada yang tertegun, mungkin membayangkan yang mboten-mboten. Handoko pun ingin rasanya menculek mata orang itu, karena dia pasti membayangkan yang jorok-jorok bersama istrinya. Tambah korban perasaan ketika Sri Lestari buka usaha di rumah untuk menambah penghasilan suami. Jika yang jaga Handoko sendiri, konsumen sedikit. Tapi bila yang nunggu warung istri, pembeli datang silih berganti dan kebanyakan laki-laki. Maka Handoko pun sangat cemburu manakala Sri Lestari bersikap ramah pada konsumen lelaki. “Pembeli kan raja, jadi harus dihormati.” Tangkis sang istri. Raja kok beli rokok hanya dua-tiga batang, raja apaan; kata batin Handoko. Tapi sejak itu dia membatasi gerak dan langkah istrinya, hanya karena takut dilirak-lirik lelaki lain. Handoko memang takut Sri Lestari direbut orang yang status sosialnya lebih jauh di atasnya. Sebab dia mengakui sendiri, istrinya dulu mau dengannya mungkin karena sedang mengidap katarak. Maka warung yang didirikan Sri Lestari justru selalu memicu pertikaian dalam sehari-hari. Istri Handoko jadi merasa sangat terkekang, seperti ulama ceramah tapi diawasi intel. Dia sudah mengingatkan, istri bukanlah kambing yang bisa diikat dan cukup diberi ramban di kandang. “Yang bilang kamu kambing ya siapa? Mana ada kambing pakai rok..” gumam Handoko. Demikianlah, punya bini cantik tapi ribut terus ya Handoko ini. Saking kesalnya bini, Sri Lestari unjuk gigi dengan purik atau meninggalkan rumah dan kembali ke rumah orangtuanya, persis seperti lagunya Betharia Sonatha yang berjudul “Hati yang luka”. Cuma puriknya Sri Lestari ini tidak pakai: uwoo-uwoo….. Yang bikin Handoko tambah kaget, ternyata Sri Lestari menggugat cerai ke Pengadilan Agama. Dia baru tahu ketika dipanggil pihak pengadilan, untuk mediasi. Dan sebetulnya Handoko sangat tidak siap jika harus berpisah dengan istri tercinta. Untung cuma minta cerai, kalau bini minta suaka bagaimana? (JPNN/Gunarso TS)

BIAR istri secantik bintang sinetron sejuta episode, tapi tak bisalah suami memproteksi. Seperti Handoko, 36, dari Surabaya ini contohnya. Bini cantik usaha dagang nggak boleh, akhirnya ribut melulu. Ujung-ujungnya Sri Lestari, 28, pilih kabur dari rumah, dan kemudian menggugat cerai suaminya. Setiap lelaki cap apapun selalu menginkan berbini cantik. Sebab ibarat orang makan, nasi yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

chancer casino