NAH INI DIA: Baru Pulang Jadi TKW Pulang Ke Rahmatullah

Maunya Darsih, 27, suami tetap loyal meski 2 tahun ditinggal jadi TKW ke Arab Saudi. Ee, nggak tahunya, selama ditinggal pergi ternyata Marijo, 35, banyak main perempuan dengan dana dari hasil jadi TKW. Saking kecewanya, Darsih pilih pulang ke rahmatullah dengan cara minum racun serangga; glek glek glek haepppp…… Banyak orang rela jadi tenaga kerja wanita (TKW) ke luar negeri, dengan maksud ekonominya di rumah kembali bertenaga. Tapi tak bisa dibantah bahwa selama istri jadi tenaga kerja wanita, suami di tanah air kesulitan menyalurkan “tenaga kuda”. Bagi yang tak punya loyalitas, mudah saja dia mencari medan penyaluran lain. Tapi bagi mereka yang loyalnya macam loyalis Anas pada pimpinannya, sungguh tersiksa dibuatnya. Agaknya Marijo warga Desa Pabean, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, termasuk lelaki yang setengah loyal. Selama ditinggal istri jadi TKW Arab Saudi, dia tak mau “jajan” sembarang tempat. Agar kebutuhan tetap tersalurkan, dia memilih selingkuh dengan beberapa wanita, jika tak mau disebut punya WIL. Yang jelas mereka lebih hiegenis secara medis. Padahal kotor maupun hiegenis, bagi sang istri itu tetap penghianatan rumahtangga. Sekitar dua tahun lalu ekonomi Marijo – Darsih ini memang sungsang sumbel. Penghasilannya sebagai petani tak sebanding dengan pengeluarannya. Ketika para tetangga pada berebut jadi TKI/TKW, Darsih pun mencoba-coba mau mengadu nasib ke luar negeri. Meski berat, Marijo terpaksa mengijinkannya, sebab dia tak mampu mengongkosi rumahtangganya secara layak. “Dua tahun saja, jangan lama-lama,.” Kata Marijo berpesan. Sejak istri jadi TKW Arab Saudi, perekonomiannya memang mulai bangkit. Sebab istri secara rutin kirim duit ke kampung. Cuma masalahnya, kebutuhan manusia kan tak hanya perut, tapi juga yang di bawah perut. Ini yang paling krusial dan riskan. Soal makan, istri tak ada kan bisa beli di warung. Lha yang di bawah perut? Istri tidak ada di tempat mau ke mana? Kalau yang imannya kuat, banyak berpuasa karena itu kata hadits juga bisa mengurangi gejolak syahwat. Bagi yang imannya pas-pasan macam Marijo, ke mana lagi kalau tidak ”ngompreng” cari obyekan lain alias mencari WIL. ”Mana istri tahu, wong tak juga dipasangi spedometer itu barang,” kata Marijo mencari pembenaran. Dia pun mulai mencari WIL. Dengan keuangan yang lumayan cukup, mudah saja Marijo mencari janda dalam rangka tanggap darurat syahwat. Meski bukan WTS, mau saja wanita-wanita itu diberi uang, wong namanya sekedar uang tali asih atau kerokhiman. Itu pun tak selalu berupa uang, kadang dibelikan baju atau tas yang paling banter seharga Rp 250.000,- Bukan tas yang berharga Rp 500 juta? “Memangnya saya sekelas Gubernur Ratu Atut, apa?” kata Marijo sengit. Karena banyak ban cadangan, selama Darsih jadi TKW, Marijo tenang-tenang saja. Cuma saat Darsih pulang pas 2 tahun jadi TKW, dia merasa kaget karena kondisi rumah tak begitu banyak berubah. Lalu duitnya selama ini ke mana saja? Mulailah keuangan Marijo diaudit. Hasilnya Darsih mengambil kesimpulan, selama ditinggal jadi TKW ternyata suaminya main perempuan dengan dana yang diambil dari uang hasil TKW. Enak betul Marijo. Istri yang capek banting tulang di luar negeri, uangnya malah dibuat ongkos ”banting-bantingan” dengan perempuan lain. Saking kecewanya cinta dan rumahtangga dikhianati, Darsih beberapa hari lalu nekad minum racun serangga hingga wasalam. Keluarga dan tetangga tak menyangka bahwa Darsih senekad itu. ”Kalau suami tak setia, tinggal dicerai dan pergi lagi jadi TKW kan selesai,” begitu pendapat tetangga. Sudah kasep! (KR/Gunarso TS)

Maunya Darsih, 27, suami tetap loyal meski 2 tahun ditinggal jadi TKW ke Arab Saudi. Ee, nggak tahunya, selama ditinggal pergi ternyata Marijo, 35, banyak main perempuan dengan dana dari hasil jadi TKW. Saking kecewanya, Darsih pilih pulang ke rahmatullah dengan cara minum racun serangga; glek glek glek haepppp…… Banyak orang rela jadi tenaga kerja…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *