NAH INI DIA: Nasib ‘Seniman’ Malang Kirim SMS Malah Dibacok

KARYA seniman selalu dihargai masyarakat. Tapi jika seniman itu mengandung makna: senang istri teman, nasibnya ya seperti Busrowi, 27, dari Bangkalan, Madura, ini. Berkali-kali kirim SMS mesra pada Solekah, 30, bikin naik pitam suaminya. Sakib, 35. Maka Busrowi disabet golok, untung saja tak sampai wasalam.

Menjadi seniman, paling enak memang di Jakarta. Meski tidak minta, oleh Gubenur Anies Baswedan dibangunkan hotel berbintang di TIM, tempat mereka berkarya.

Agaknya gubernur kasihan, seniman kan suka tidur sembarangan, beralaskan spanduk bekas pun jadi. Maka dibangunan hotel agar tidur di springbed yang ber-AC. Tapi kalau senimannya bermakna senang istri teman, bahaya. Tangan kiri masuk rumah sakit, tangan kanan bisa masuk TPU.

Busrowi adalah salah satu “seniman” yang tak pernah pameran. Dia sepertinya lupa bahwa tinggal di Pulau Madura, sehingga kurang bijak dalam beradaptasi pada lingkungannya.

Mentang-mentang bini Sakib tetangganya itu cantik, dia iseng suka menggodanya. Kata-kata mesra dikirimkan lewat SMS, dengan harapan wanita itu akan luluh.

Jika Solekah tak pernah menjawab, mestinya Busrowi sadar bahwa cintanya not responding. Tapi dia nekad betul, terus saja HP bini Sakib ini dibanjiri SMS.

Padahal akhirnya jejak digital itu ditunjukkan pada suami. Tentu saja pemilik otoritas atas Solekah naik pitam. “Kurang ajar, sudah tahu bini orang diganggu juga. Mau berhenti jadi orang rupanya Busrowi,” ancam Sakib.

Sejak itu ke mana-mana Sakib membawa golok tanpa sarung, sebab dia punya target sarungnya ya perut Busrowi sendiri. Soalnya SMS anak muda itu merupakan ancaman atas asset-aset yang dimiliki Sakib, baik secara defakto maupun deyure. Sakib ingin memberi pelajaran pada Busrowi yang juga dikenalnya sedari anak-anak dulu.

Rupanya Busrowi tak sadar bahwa masuk DPO-nya Sakib. Maka ketika ketemu suami Solekah, tetap tenang saja. Padahal begitu mendekat langsung ditarik kerah bajunya pakai tangan kiri.

“Ini to orangnya yang suka merayu-rayu istriku lewat SMS.” Sergah Sakib dengan garang.

Busrowi pun mencoba memberikan hak jawab. Tapi belum juga keluar kata-katanya, tahu crosss..golok itu membabat tangan dan punggungnya. Tentu saja Busrowi langsung ambruk. Sementara Sakib pergi dengan santainya, para tetangga melarikan korban ke RSUD Syamrabu Bangkalan. Padahal jarak Desa Konang keRS tiga jam perjalanan.

Tapi untunglah, nyawa Busrowi masih bisa diselamatkan. Sedangkan Sakib ditangkap 7 jam kemudian. Dalam pemeriksaan dia mengakui bahwa emosi ketika membaca SMS-SMS Busrowi untuk istrinya.

“Saya pikir dia sudah matek,” katanya penuh kebencian.

Matek, memangnya lampu kurang minyak? (gunarso ts)

KARYA seniman selalu dihargai masyarakat. Tapi jika seniman itu mengandung makna: senang istri teman, nasibnya ya seperti Busrowi, 27, dari Bangkalan, Madura, ini. Berkali-kali kirim SMS mesra pada Solekah, 30, bikin naik pitam suaminya. Sakib, 35. Maka Busrowi disabet golok, untung saja tak sampai wasalam. Menjadi seniman, paling enak memang di Jakarta. Meski tidak minta, oleh Gubenur…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *