NAH INI DIA: RT Jadi Pelopor Selingkuh, Ngamuk Kepergok Anak Tiri
JADI RT itu mestinya jadi contoh yang baik. Tapi Suhaimi, 40, justru jadi pelopor selingkuh di kampungnya di Nusa Tenggara Barat (NTB) sana. Giliran dipergoki anak tirinya, Rahmad, 20, malah ngamuk. Tentu saja warga jadi emosi. Suhaimi bersama WIL-nya digajar penduduk rame-rame. Untung polisi segera melerai.
RT itu kepanjangan Rukun Tetangga, maka yang jadi pempin di lembaga itu harus bisa bikin rukun dan tenteram antar tetangga. Walhasil tugasnya tidak hanya teken dan stempel surat pengantar ke RW dan Lurah, tapi juga memikirkan lingkungan sekitarnya. Bagaimana lingkungan jadi aman, bersih, rapi dan jadi percontohan RT lain. Yang tak kalah penting, RT jangan cari hidup di lembaga itu, sebab RT itu pekerjaan sosial.
Suhaimi yang jadi RT di sebuah kampung di NTB, juga tahu akan tugas seperti itu. Tapi ketika warganya yang perempuan banyak yang manis karena kampungnya terkenal madunya, dia tergoda untuk mencicipi manisnya para wanita yang jadi warganya. Padahal, di rumah Suhaimi juga sudah punya istri yang bisa dicicipi kapan saja, 24 jam selalu ready stock.
Sebagai kepala keluarga, sebetulnya bini Suhaimi yang sekarang merupakan bini kedua, karena bini yang pertama sudah diceraikan beberapa waktu lalu. Dari riwayat kerumahtanggaannya, sudah bisat ditarik kesimpulan bahw Suhaimi ini memang tipe lali petualang, jika tak mau disebut demen main perempuan, berganti-ganti pasangan.
Sebagai RT, akses Suhaimi ke setiap warga memang jadi mudah. Warga didatangi kapan saja pasti menerima dengan tangan terbuka. Beranit macem-macem sama Pak RT, mau dipersulit minta surat pengantar ke lurah, ente? Maka tak mengherankan, RT Suhaimi sering datang ke rumah Ny. Kholilah, 35, sekitar pukul 21.00 ketika suaminya belum pulang ke rumah.
Sebetulnya aneh juga, ngapain pukul 21.00 malam bertamu ke rumah tetangga di kala suami tak ada di rumah? Tapi warga positive thinking saja, mungkin saja urusan administrasi kependudukan. Karena Suhaimi RT ringan kaki, maka bila dia jemput bola ke rumah warga, ya sudah dianggap wajar saja.
Adalah Rahmad, beberapa hari lalu tampak main ke rumah tetangga Kholilah. Sambil mai karambol kok terlihat sepintas ayah tirinya masuk ke rumah Kholilah tersebut. Penasaran akan kelakuan ayah tirinya, diam-diam dia mencoba mengintip. Ternyata buju buneng… Di dalam sana Suhaimi sedang berhubungan intim bak suami istri dengan Kholilah.
Emosi Rahmad bangkit. Bukan mengadu pada emaknya, tapi dia menggedor pintu, sehingga yang ada di dalam kamar jadi terganggu, pertempuran diskors sejenak.
Kholilah mencoba bilang bahwa ayah tiri Rahmad tak ada di sini, tapi Rahmad terus nyelonong masuk. Malu karena terkena OTT, Suhami dan Kholilah mengeroyok anak muda yang selonong boy tersebut.
Rahmad kabur tapi melapor warga. Nah, tentu saja warga marah tahu mental RT-nya pating pecotot. Mereka rame-rame mengeroyok para selingkuhwan dan selingkuhwati itu. Babak belurlah pokoknya. Untung polisi segera datang, sehingga Pak RT beserta WIL-nya tak perlu jadi bergedel. Mereka dilarikan ke rumah sakit dan proses selanjutnya menyusul. Adapun warga yang pada menganiaya pasangan mesum itu diperiksa satu persatu.
Enaknya dinikmati Pak RT sendiri, sengsaranya dibagi warga sama rata. (gunarso ts)
JADI RT itu mestinya jadi contoh yang baik. Tapi Suhaimi, 40, justru jadi pelopor selingkuh di kampungnya di Nusa Tenggara Barat (NTB) sana. Giliran dipergoki anak tirinya, Rahmad, 20, malah ngamuk. Tentu saja warga jadi emosi. Suhaimi bersama WIL-nya digajar penduduk rame-rame. Untung polisi segera melerai. RT itu kepanjangan Rukun Tetangga, maka yang jadi pempin…
