NAH INI DIA: Bini Hobi Nginap di Tetangga, Pemilik Rumah Kena Aniaya
GIMAN, 40, memang lelaki tak tahu terima kasih. Sebagai pekerja yang pulangnya tak menentu, mestinya berterima kasih ketika anak istrinya diberi tumpangan nginep di rumah tetangga. Yang terjadi malah Ngatiyah, 50, beserta anaknya dihajar, dituduh tukang kompor sehingga istri lebih betah di rumah orang.
Idealnya, setiap keluarga pukul 17.00 sudah lengkap di rumah, setelah seharian mencari nafkah dan anak-anak menuntut ilmu. Tapi tantangan hidup di era gombalisasi ini makin beragam, sehingga banyak kepala keluarga yang pulangnya larut malam bahkan 2-3 hari baru pulang. Jadi tak mengherankan, ada istri-istri yang takut di rumah sendiri, sehingga pilih menginap di rumah tetangga.
Giman adalah seorang perantauan yang membawa nasibnya harus tinggal di Srengat, Blitar, Jawa Timur. Sebagai pekerja ulet, dia baru pulang ke rumah 2-3 hari setelah mencari nafkah di luar kota.
Anak dan istrinya yang masih merasa asing di kampung itu, menjadi takut tinggal sendirian di rumah. Mereka lalu suka numpang tidur di rumah tetangga sebelah rumah.
Ngatiyah yang sama-sama perantau, memahami rasa takut istri Giman, si Darmi, 35. Maka dia senang-senang saja tetangga dekat dan anaknya itu nginep hampir setiap malam di rumahnya. Dia baru pulang nanti pukul 23.00 ketika suami sudah pulang, atau sering pula sampai pagi masih tidur di rumah Ngatiyah.
Awalnya Giman bisa menerima alasan istrinya. Tapi lama-lama jadi jengkel karena setiap pulang bini tak ada di rumah, karena ngempot (main ke tetangga) berlama-lama. Akhirnya dia malah menuduh bahwa Ngatiyah ini yang jadi tukang kompor agar istrinya tidur di rumahnya.
Untungnya juga apa? Paling-paling mereka ngobrol keseharian, tak pernah bahas politik karena mereka memang bukan “cebong” dan “kampret”.
Beberapa hari lalu Giman baru pulang dari luar kota sekitar pukul 23.00. Sudang tengah malam. Tiba di rumah dalam keadaan kosong, sementara anak istrinya tidur di rumah Ngatiyah, dia jadi emosi.
Tetap menuduh wanita itu yang jadi provokator, tahu-tahu gedubrakkkk….. dia tendang rumah Ngatiyah sampai jebol pintunya. “Ngapain kamu selalu tidur di rumah orang ha?” bentak Giman sambil menempeleng istrinya.
Sementara anak istri kabur masuk rumah sendiri, gentian Giman bikin perhitungan dengan Ngatiyah. Soalnya dia menegur, kenapa kejam amat sama istri sendiri. Tidur di rumah orang kan juga nggak papa, karena takut tak ada suami. Tapi Giman tak menjawab kecuali menempeleng Ngatiyah ditambah tendangan ke pantat hingga terjengkang.
Para tetangga pun berdatangan menolong korban, sementara Giman kabur. Ngatiyah kemudian lapor polisi dan esok paginya suami sumbu pendek itu ditangkap.
Dalam pemeriksaan dia mengaku marah, karena setiap pulang istrinya di rumah tetangga. “Tetangga saya tukang kompornya,” kata Giman yakin.
Memangnya masih ada tukang kompor? Kan semua sudah pakai gas? (gunarso ts)
GIMAN, 40, memang lelaki tak tahu terima kasih. Sebagai pekerja yang pulangnya tak menentu, mestinya berterima kasih ketika anak istrinya diberi tumpangan nginep di rumah tetangga. Yang terjadi malah Ngatiyah, 50, beserta anaknya dihajar, dituduh tukang kompor sehingga istri lebih betah di rumah orang. Idealnya, setiap keluarga pukul 17.00 sudah lengkap di rumah, setelah seharian mencari…
