NAH INI DIA: Baru Keluar, Residivis Masuk Bui Lagi
SEBAGAI bekas napi pembunuhan, Marewa, 38, ternyata masih sumbu pendek juga. Tak terima istrinya, dihina Zainal, 36, tetangga sendiri, emosinya bangkit lagi. Dia ngamuk di rumah Zaenal. Tuan rumah yang baru saja selesai mandi, langsung ditusuk pisau. Tentu saja Zainal tewas di tempat dan Marewa pun masuk penjara lagi.
Pemerintah selalu memberi pencerahan, agar masyarakat bisa menerima eks napi kembali dalam lingkungannya. Tapi itu tidak mudah untuk kasus kriminal (pembunuhan), karena publik masih ragu akan perubahan mentalnya. Beda dengan napi eks kasus politik semacam Ahok, setahun bebas dari Mako Brimob Depok malah dipromosikan jadi Komut Pertamina.
Marewa warga Makassar, termasuk eks napi kriminal yang belum tersembuhkan juga mentalnya. Penyakit sumbu pendeknya masih meletup-letup, tak boleh mendengar kata menyinggung perasaan barang sedikit. Yang kasihan tentu saja si Zainal tetangganya, habis mandi mestinya kutolong ibu membersihkan tempat tidurku, eh….malah ditusuk pisau oleh Marewa. Ya wasalamlah.
Beberapa bulan lalu Marewa baru saja bebas dari LP Makassar, karena kasus pembunuhan 8 tahun silam. Meski Kementrian Hukum & HAM selalu mengimbau agar rakyat bisa menerima para eks napi di lingkungannya, kebanyakan masih ragu-ragu. Jangan-jangan kumat lagi, sehingga masyarakat tetangganya selalu menjaga jarak.
Meski Zainal bersahabat lama dengan Marewa, tapi dia tak bisa melepas begitu saja akan kehati-hatian pada sosok tetangganya itu. Logikanya, Marewa kan eks napi pembunuhan, jika masih “haus darah” bagaimana mengantisipasinya? Kalau hausnya karena kurang minum, kasih es pisang hijau selesai. Lha kalau haus darah, darahnya siapa dan sedotannya apa?
Rupanya istri Zainal juga begitu, takut-takut bergaul dengan Marewa. Sekali waktu dia minta minum di rumah Zainal. Air mineral gelasan itu hanya dilempar begitu saja, karena istri Zainal takut pada Marewa. Giliran istri Marewa yang tidak terima, sehingga keduanya ribut sendiri.
Rupanya insiden ini terus digoreng-goreng, sampai Zainal gentian menghina istri Marewa. Di sinilah masalah ini menjadi meruncing. Marewa masih bisa menerima jika hanya dirinya yang dihina, tapi jika istri dihina pula dia perlu bikin perhitungan dengan si penghina. “Baru bebas dari panjara, tak apalah masuk lagi, wong di sana juga dikasih makan,” kata Marewa saking jengkelnya.
Ancaman itu benar-benar dilaksanakan. Dia datang ke rumah Zainal ketika tuan rumahnya sedang mandi. Karena sambil bawa pisau istri Zainal mencoba menahannya. Tapi malah tangan wanita itu kena bacok. Loloslah Marewa masuk rumah. Zainal yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung ditusuk dadanya dua kali. Langsung terkapar mandi darah dan wasalam.
Marewa mencoba kabur, tapi berhasil dikejar polisi dan dijebloskan ke tahanan kembali. Di pengadilan nanti tentunya hukuman jadi lebih berat. Pernah masuk penjara gara-gara bunuh orang, kok ini masih diulangi lagi. Otomatis bakal tua di penjara si Marewa ini.
Biar saja tua di penjara, toh bisa semiran rambut. (gunardo ts)
SEBAGAI bekas napi pembunuhan, Marewa, 38, ternyata masih sumbu pendek juga. Tak terima istrinya, dihina Zainal, 36, tetangga sendiri, emosinya bangkit lagi. Dia ngamuk di rumah Zaenal. Tuan rumah yang baru saja selesai mandi, langsung ditusuk pisau. Tentu saja Zainal tewas di tempat dan Marewa pun masuk penjara lagi. Pemerintah selalu memberi pencerahan, agar masyarakat bisa…
