NAH INI DIA: Pegawai Status Honorer Oleh Atasan Diewer-Ewer
ISTRI kerja biasanya untuk memperkuat ekonomi. Tapi Ny Berta, 30, dari Kupang (NTT) ini lain. Pegawai honorer di kantor pemerinthah daerah ini saat kerja malah jadi memperkuat syahwat atasanya, Iwan, 40. Belum lama ini mereka digerebek suami Berta di sebuah hotel. Keduanya dalam posisi polos tanpa sehelai benangpun. Jika ekonomi mapan, suami tak merelakan istri kerja kantoran. Biar saja di rumah, tinggal mamah karo mlumah (makan dan melayani suami). Tapi tak semua suami bisa mencukupi kebutuhan rumah tangganya, sehingga banyak istri yang jadi pegawai bertahun-tahun tetap honorer K-2. Bahkan banyak juga yang jadi TKI tak peduli pasangan di tanah air kesepian. Ny. Berta yang tinggal di Kupang, sudah beberapa tahun lalu bekerja tapi belum juga diangkat jadi PNS. Suami merelakan istrinya kerja di luaran karena memang penghasilannya tidak mamadai. Dengan kata lain, Berta mau bekerja karena demi memperkuat ekonomi keluarga. Namanya pegawai honorer, gaji bulanan itu paling-paling Rp1,5 juta sebulan. Tapi untuk ukuran daerah, sudah lumayan itu. Cuma belakangan Berta suka membawa uang lebih, katanya insentif dari kantor. Lumayan kan untuk menambal defisit anggaran. Tapi belakangan ada informasi mengagetkan bahwa Berta istrinya suka dibawa orang ke hotel dengan orang yang itu-itu saja. Tentu saja Hendrik, 35. Terkaget-kaget. Kalau diajak ke gereja atau ke mesjid, pasti tujuannya baik. Tapi jika dibawa ke hotel, tak bersyariah lagi, wah..pasti urusan maksiat. Tapi Hendrik meski hati panas kepala tetap dingin. Jika mengikuti emosi, pastilah Berta diinterogasi macem-macem. Tapi ini didiamkan saja dengan alasan pasti akan mungkir. Untuk menguji akurasi informasi itu, diam-diam Hendrik membuntuti istrinya setiap pulang kerja. Sekali dua kali tak menemukan informasi baru, yang mendukung data sebelumnya. Tapi seminggu kemudian, dia melihat istrinya dibawa atasan pakai mobil ke suatu tempat. Begitu dibuntuti, lho lho lho..kok masuk hotel di kawasan Jalan Adi Sucipto, Penfui, Kota Kupang. Mau ngapain? Istirahat? Kenapa musti dengan lelaki lain? Kenapa pula itu orang mengewer-ewer (membawa) bini orang? Beberapa saat setelah mereka cek in, Hendrik melapor ke resepsionis, di kamar berapa Berta menginap bersama lelaki itu. Dia tunjukkan bukti-bukti perkawinannya, untuk memperkuat pengakuannya bahwa Hendri suami Berta. Satpam pun mengantar ke kamar dimaksud, dan digerebeklah pasangan mesum itu. Ketika Hendrik berhasil masuk kamar hotel, Berta dalam kondisi seperti singkong habis dikupas. Begitu pula cowoknya, yang ternyata Iwan, pejabat sekaligus atasan Berta. “Kalau begitu, uang insentif pastilah dari lelaki ini. Kunyukkk,” maki Hendrik dalam hati. Setelah mengenakan pakaian, dengan lesu keduanya dibawa ke Polres Kupang. Bisa terbayang sudah nasib mereka ke depan. Iwan tak hanya masuk penjara, bisa dipecat dari PNS. Sedangkan Berta, selain dipecat dari pegawari honorer, kemungkinan Hendrik akan mem-PHK sebagai istrinya. PHK model beginian sih takkan dapet pesangon. (gunarso ts)
ISTRI kerja biasanya untuk memperkuat ekonomi. Tapi Ny Berta, 30, dari Kupang (NTT) ini lain. Pegawai honorer di kantor pemerinthah daerah ini saat kerja malah jadi memperkuat syahwat atasanya, Iwan, 40. Belum lama ini mereka digerebek suami Berta di sebuah hotel. Keduanya dalam posisi polos tanpa sehelai benangpun. Jika ekonomi mapan, suami tak merelakan istri kerja…
