NAH INI DIA: Namanya Barang Colongan Bagaimana Dapat Dipuaskan? (II)
Jadi ketika suami Waningsih sedang mencangkul ke sawah, di rumah Waningsih “dicangkul” Parno dengan penghayatan. Cangkul, cangkul, cangkul yang dalam, menanam padi di kebun orang. Ambil cangkulmu……begitu kata Parno kalau boleh berimprovisasi. Usia pas baru kepala lima, memang pelayanan Parno masih prima. Tapi itu hanya pada awal-awalnya. Lama-lama IP-nya menurun, dari 4 ngedrop ke 2.…
